PEMANASAN
GLOBAL
ELYAZHA
DWI CAHYA
NIM
: 09151014
PROGRAM
STUDI TEKNIK PERKAPALAN
INSTITUT
TEKNOLOGI KALIMANTAN
Abstrak
Pemanasan global dipicu oleh efek
rumah kaca, yaitu suatu efek dimana tumbuhan dan laut tidak mampu mengabsorbsi
sebagian besar gas rumah kaca sehingga meningkatkan suhu bumi. Penyebab utamanya yaitu terlalu
banyaknya gas CO2 yang lepas keudara yang sebagian besar diebabkan oleh
manusia, seperti pembakaran hutan, penggunaan bahan bakar fosil, gas alam, dan
lain – lainnya. Memanasnya Bumi tidak hanya mempengaruhi unsur abiotik saja
seperti laut, cuaca, iklim, dan sebagainya. Tetapi juga unsur biotic seperti
manusia, hewan, dan tumbuhan. Meningkatnya
permukaan air laut juga merupakan salah satu akibat pemanasan global yang akan
memicu reaksi mencairnya es di kutub. Hal ini akan mempengaruhi makhluk –
makhluk hidup disana. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru apabila
seluruh es di kutub mencair. Namun,
ada beberapa kalangan yang berpendapat bahwa pemanasan global ini adalah suatu
peristiwa biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Alasannya karena sejak jutaan
tahun lalu bumi sudah berkali – kali mengalami pemanasan global karena sebab
alami.
Keyword : efek rumah kaca, pemanasan global,bumi.
Pendahuluan
A.Latar Belakang
Isu pemanasan global telah merebak
di kalangan masyarakat sejak kurang lebih 50 tahun lalu. Para ilmuwan
berargumentasi bahwa apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dapat
diprekdisi beberapa puluh tahun lagi kita tidak akan mengenal planet bumi ini
sama dengan bumi yang kita huni sekarang. Berdasarkan
hasil penelitian, ternyata peningkatan kadar CO2 dalam udaralah yang memicu
munculnya peristiwa pemanasan global. Hal ini diklaim sudah terjadi semenjak
revolusi industri merebak di Inggris pada abad 18, yang diawali dengan penemuan
mesin uap oleh James Watt. Pada waktu itu, pembakaran batu bara sebagai sumber
energi mesin uap ternyata juga melepaskan gas CO2 yang sangat banyak ke udara
bebas. Bahkan sampai saat ini peningkatan kadar CO2 di udara bebas semakim naik
saja. Pembakaran bahan baker fosil akan selalu menghasilkan gas CO2. Belum lagi
kejadian kebakaran hutan yang akhir – akhir ini marak terjadi hampir diseluruh
dunia.
Pembahasan
Pemanasan global atau Global
Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan
daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ±
0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Meningkatnya suhu
global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti
naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang
ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan
global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan
punahnya berbagai jenis hewan. Penyebab
pemanasan global salah satunya di sebabkan oleh Efek rumah kaca yaitu Segala
sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar
energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak.
Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas
yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan
memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra
merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap
terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara
lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang
radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang
yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan
Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata
tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut
berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya
konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di
bawahnya. Efek
rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi,
karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur
rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59
°F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya
-18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi
sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan
mengakibatkan pemanasan global. Ketika atmosfer menghangat,
lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar
dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es
di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di
laut. Pemanasan
global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik
(seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir,
peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna
tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi
aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a). gangguan terhadap fungsi
kawasan pesisir dan kota pantai, (b). gangguan terhadap fungsi prasarana dan
sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c). gangguan terhadap
permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e)
peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb.
Cara mengatasi pemanasan global
§ Menanam Pohon
Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk ikut
serta mengatasi global warming adalah dengan menanam pohon. Perlu diketahui
bahwa semakin banyak pohon berarti semakin sedikit gas karbon dioksida
yang ada di udara. Ini berarti gas penyebab global warming semakin sedikit,
yang artinya laju global warming bisa ditekan (ke titik terandah).
§ Bersepeda
Bersepeda merupakan cara sederhana
tetapi efektif untuk mengatasi laju pemanasan global yang semakin lama semakin parah.
Mengapa demikian? hal ini karena bersepeda tidak mengeluarkan gas emisi
penyebab terjadinya pemanasan global, tidak seperti motor atau mobil. So, kalau
kamu hendak pergi ke kantor atau sekolah dengan sepeda, lakukanlah!
§ Menggunakan Kendaraan Umum
Jika kamu ingin pergi ke sekolah atau kantor, ada
baiknya menggunakan kendaraan umum. Hal ini karena menggunakan kendaraan umum
akan mengurangi gas emisi karbon monoksida yang menjadi penyebab utama
terjadinya peristiwa global warming. Jadi untuk anda pengguna kendaraan publik,
berarti anda turut serta mengatasi global warming.
§ Menggunakan Kertas Seperlunya
Kertas merupakan sebuah media yang berbahan dasar kayu
yang diambil dari pohon-pohon yang ada di hutan. Menghemat penggunaan kertas
berarti kamu telah mengurangi jumlah pohon-pohon dihutan yang ditebang. Perlu
diketahui bahwa pohon-pohon di hutan bisa menyerap gas emisi yang menyebabkan
pemanasan global seperti karbon monoksida.
§ Menggunakan Energi Listrik Seperlunya
Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebagian besar
energi listrik yang dihasilkan di Indonesia ini didapat dari pembakaran bahan
bakar fosil yang notabene mengeluarkan gas emisi yang dapat menyebabkan
terjadinya global warming. So, gunakanlah energi listrik seperlunya supaya gas
emisinya bisa ditekan yang artinya laju global warming bisa ditekan pula.
Daftar pustaka