Rabu, 18 November 2015

global warming


PEMANASAN GLOBAL
ELYAZHA DWI CAHYA
NIM : 09151014
PROGRAM STUDI TEKNIK PERKAPALAN
INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
 

Abstrak
Pemanasan global dipicu oleh efek rumah kaca, yaitu suatu efek dimana tumbuhan dan laut tidak mampu mengabsorbsi sebagian besar gas rumah kaca sehingga meningkatkan suhu bumi.           Penyebab utamanya yaitu terlalu banyaknya gas CO2 yang lepas keudara yang sebagian besar diebabkan oleh manusia, seperti pembakaran hutan, penggunaan bahan bakar fosil, gas alam, dan lain – lainnya. Memanasnya Bumi tidak hanya mempengaruhi unsur abiotik saja seperti laut, cuaca, iklim, dan sebagainya. Tetapi juga unsur biotic seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.                Meningkatnya permukaan air laut juga merupakan salah satu akibat pemanasan global yang akan memicu reaksi mencairnya es di kutub. Hal ini akan mempengaruhi makhluk – makhluk hidup disana. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru apabila seluruh es di kutub mencair.      Namun, ada beberapa kalangan yang berpendapat bahwa pemanasan global ini adalah suatu peristiwa biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Alasannya karena sejak jutaan tahun lalu bumi sudah berkali – kali mengalami pemanasan global karena sebab alami.
Keyword : efek rumah kaca, pemanasan global,bumi.

Pendahuluan
A.Latar Belakang
             Isu pemanasan global telah merebak di kalangan masyarakat sejak kurang lebih 50 tahun lalu. Para ilmuwan berargumentasi bahwa apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dapat diprekdisi beberapa puluh tahun lagi kita tidak akan mengenal planet bumi ini sama dengan bumi yang kita huni sekarang.         Berdasarkan hasil penelitian, ternyata peningkatan kadar CO2 dalam udaralah yang memicu munculnya peristiwa pemanasan global. Hal ini diklaim sudah terjadi semenjak revolusi industri merebak di Inggris pada abad 18, yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Pada waktu itu, pembakaran batu bara sebagai sumber energi mesin uap ternyata juga melepaskan gas CO2 yang sangat banyak ke udara bebas. Bahkan sampai saat ini peningkatan kadar CO2 di udara bebas semakim naik saja. Pembakaran bahan baker fosil akan selalu menghasilkan gas CO2. Belum lagi kejadian kebakaran hutan yang akhir – akhir ini marak terjadi hampir diseluruh dunia.

Pembahasan
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.                                              Penyebab pemanasan global salah satunya di sebabkan oleh Efek rumah kaca yaitu Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.                                                  Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.                                          Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.                         Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut.                             Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a). gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b). gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c). gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb.
Cara mengatasi pemanasan global
§  Menanam Pohon
Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk ikut serta mengatasi global warming adalah dengan menanam pohon. Perlu diketahui bahwa semakin banyak pohon berarti semakin sedikit gas karbon dioksida yang ada di udara. Ini berarti gas penyebab global warming semakin sedikit, yang artinya laju global warming bisa ditekan (ke titik terandah).
§   Bersepeda
Bersepeda merupakan cara sederhana tetapi efektif untuk mengatasi laju pemanasan global  yang semakin lama semakin parah. Mengapa demikian? hal ini karena bersepeda tidak mengeluarkan gas emisi penyebab terjadinya pemanasan global, tidak seperti motor atau mobil. So, kalau kamu hendak pergi ke kantor atau sekolah dengan sepeda, lakukanlah!
§  Menggunakan Kendaraan Umum
Jika kamu ingin pergi ke sekolah atau kantor, ada baiknya menggunakan kendaraan umum. Hal ini karena menggunakan kendaraan umum akan mengurangi gas emisi karbon monoksida yang menjadi penyebab utama terjadinya peristiwa global warming. Jadi untuk anda pengguna kendaraan publik, berarti anda turut serta mengatasi global warming.
§  Menggunakan Kertas Seperlunya
Kertas merupakan sebuah media yang berbahan dasar kayu yang diambil dari pohon-pohon yang ada di hutan. Menghemat penggunaan kertas berarti kamu telah mengurangi jumlah pohon-pohon dihutan yang ditebang. Perlu diketahui bahwa pohon-pohon di hutan bisa menyerap gas emisi yang menyebabkan pemanasan global seperti karbon monoksida.
§  Menggunakan Energi Listrik Seperlunya
Seperti yang telah kita ketahui bahwa sebagian besar energi listrik yang dihasilkan di Indonesia ini didapat dari pembakaran bahan bakar fosil yang notabene mengeluarkan gas emisi yang dapat menyebabkan terjadinya global warming. So, gunakanlah energi listrik seperlunya supaya gas emisinya bisa ditekan yang artinya laju global warming bisa ditekan pula.

Daftar pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar